Kabar TEMBORO | Media Online 19 September 2026
Temboro

Ziarah Masyaikh Temboro, Makam Ulama yang Selalu Ramai

TEMBORO – Ada satu tempat di Temboro, Magetan, Jawa Timur, yang hampir selalu ramai didatangi orang. Tempat itu adalah kompleks makam para masyaikh Temboro, terutama makam KH Uzairon Thoifur Abdillah dan KH Mahmud Kholid Umar.

Ziarah Masyaikh Temboro, Makam Ulama yang Selalu Ramai
Kompleks Makam Temboro
Kompleks makam ini berada di depan Masjid Pondok Pusat, Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Selain makam KH Uzairon dan KH Mahmud, di sini juga ada makam para leluhur KH Uzairon, anggota keluarga, serta sejumlah tokoh yang ikut berjasa dalam perkembangan Pondok Pesantren Al-Fatah.

Setiap hari, siang maupun malam, warga Temboro dan para tamu yang datang biasanya menyempatkan diri untuk membaca tahlil, Yasin, dan memanjatkan doa untuk para ulama serta tokoh yang telah wafat.

Bagi masyarakat Temboro, ziarah bukan sekedar soal datang ke makam. Tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para masyaikh, sekaligus cara untuk mengenang jasa mereka dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam di Temboro.

KH Mahmud dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Beliau juga merupakan ayah kandung KH Uzairon Thoifur Abdillah. Keduanya menjadi tokoh penting dalam perjalanan dan perkembangan Al-Fatah Temboro.

Dari pondasi yang dibangun keduanya, Pondok Pesantren Al-Fatah kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan dan dakwah Islam yang dikenal luas. Saat ini, Al-Fatah memiliki sekitar 20 ribu santri dan 308 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara tetangga.

Tidak heran kalau kompleks makam para masyaikh di depan Masjid Pondok Pusat selalu ramai dikunjungi. Para santri, warga, dan tamu dari berbagai daerah datang untuk mengenang, mendoakan, sekaligus belajar dari perjuangan para ulama yang telah meletakkan dasar perkembangan Islam di Temboro.

Di tengah aktivitas Temboro yang terus berjalan, lantunan tahlil dan doa dari kompleks makam para masyaikh menjadi pengingat akan panjangnya perjuangan para ulama dalam membangun Al-Fatah dan kehidupan keagamaan masyarakat Temboro.